Manusia diciptakan berbeda-beda, secara fisik maupun sifat tidaklah sama. Itulah kehebatan dan kebesaran dari Sang Pencipta. Mulai manusia pertama hingga manusia terakhir yang diciptakanNYA semuanya tidaklah sama. Tetapi dalam segala perbedaan tersebut sesunggunya manusia adalah umat yang satu,  makhluk ciptaan Allah SWT.

Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan? … ” (QS Al Baqarah : 213)

Tetapi mengapa banyak sekali yang mempermasalahkan perbedaan diantara kita semua. Padahal manusia diwajibkan untuk saling mengenal satu sama lain. Tidak ada hal lainnya yang membedakan manusia di mata Allah SWT. Allah menetapkan bahwa manusia yang paling baik, paling mulia, dan paling utama adalah manusia yang paling takwa.

‎Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang lali-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS Al Hujuraat : 13)

Perbedaan bukanlah untuk perpecahan melainkan untuk persatuan. Perbedaan untuk saling melengkapi satu sama lain. Perbedaan untuk saling membantu satu sama lain karena setiap diri kita memiliki kemampuan berbeda dalam bidangnya masing.

Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali Imran: 191)

Setiap diri kita adalah unik dalam cara kita masing-masing, kita semua diberkahi dengan bakat yang berbeda-beda, dengan cara berpikir yang berbeda-beda, serta memiliki peran masing-masing bagi sistem kehidupan ini.

Andai saja tak ada perbedaan warna pada pelangi maka tak akan ada keindahan pada pelangi. Sebagaimana Allah menciptakan manusia berbeda-beda agar terciptanya keindahan dalam hidup manusia. (F. Ferdifiansyah)